jump to navigation

nitrasi eugenol Desember 22, 2012

Posted by priyosetyoko in Uncategorized.
trackback

           Indonesia merupakan negara yang termasuk 7 dari negara yang mempunyai tanaman obat terbesar. salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia adalah cengkeh. Tanaman cengkeh (Eugenia caryophyllata) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Negara Asia, seperti Cina, Srilangka, dan Indonesia. Bagian tanaman cengkeh seperti daun dan tangkai buah dapat diekstrak minyaknya untuk keperluan medis, dikarenakan minyak cengkeh memiliki aktifitas biologis seperti: antibakteri, antijamur, antioksidan, serta dapat digunakan insektisida. minyak cengkeh mengandung komponen utama yaitu eugenol.

eugenol

gambar 1. eugenol

              Untuk meningkatkan aktifitas biologis eugenol biasanya dilakukan dengan memodifikasi struktur eugenol dengan menambahkan gugus-gugus lain, seperti hidroksil, nitro, ester dll.

turunan eugenol

gambar 2. sintesis turunan eugenol (H. Carrasco A.,dkk. 2008)

            Salah satu senyawa turunan eugenol yang bermanfaat dibidang pengembangan obat adalah 4-Alil-2-metoksi-6-nitrofenol. senyawa ini dapat dihasilkan dari reaksi nitrasi eugenol.nitrasi eugenol

gambar 3. reaksi nitrasi eugenol

            Untuk mensintesis 4-Alil-2-metoksi-6-nitrofenol dapat dilakukan melalui prosedur berikut:

          Gelas  kimia  yang  dasarnya  bulat  (50  mL)  yang  dilengkapi  dengan  pengaduk  magnetik  diisi  dengan asam  nitrat  (10  mL)  dan  asam  asetat  glasial  (10  mL) kemudian  diaduk  selama  5  menit.  Eugenol  (1)  (0,5  g) dilarutkan  dalam  asam  asetat  glasial  ( 5  mL)  dan ditambahkan  secara  perlahan-lahan  pada  larutan  asam  nitrat-asam  asetat  glasial,  diaduk  pada  temperatur  kamar selama 1 jam. Larutan direfluks selama 20 menit. Setelah 20 menit larutan  didinginkan  dan ditambahkan air  sampai  semua  material  organik  mengendap  dan dipisahkan  antara  presipitat  dengan  penyaringan. Presipitat  dilarutankan  dengan  dikhlorometana  (DCM) dan  ditambahkan  air  (25  mL).  Larutan  dikocok  dan dipisahkan  dengan  corong  pemisah.  Ekstrak  DCM dikeringkan  dengan  Na2CO3  kering  dan  selanjutnya disaring  dan  diuapkan  dengan  rotary  evaporator sehingga  diperoleh  produk  reaksi  (0,4  g) (Sudarma I made, Ulfa Maria, dan  Sarkono. 2009). selamat mencoba…kalau perlu gunakan variasi variabel untuk menemukan optimasi hasil produk sintesis.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: