jump to navigation

Sepenggalan cerita skizofrenia Oktober 26, 2017

Posted by priyosetyoko in Uncategorized.
trackback

Sahabat tidak mudah menjadi ODS (Orang dengan skizofrenia). Menjadi ODS bukanlah sebuah pilihan, semua orang tidak mau menjadi ODS. Namun kalau Tuhan sudah menghendaki kita hidup ODS mau bagaimana lagi. Setiap hari diharuskan minum obat-obatan antipsikotik. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan kenapa saya menjadi ODS. Hal yang mendasar pada gejala-gejala sudah muncul semenjak saya kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di semarang, dulu saya adalah orang yang sensitive atau mudah tersinggung, selain itu saya punya cita-cita yang tinggi namun saya tidak melakukan action. Dulu saya punya keinginan kuliah di luar negeri dan terus belajar. Pada akhirnya setelah lulus saya memutuskan untuk bekerja di perusahaan keramik ternama di Indonesia dengan harapan mengumpulkan uang untuk kuliah lagi. Pada awal-awal kerja saya merasa sangat senang namun saya mudah sekali merasa bosan dan merasa diatur seperti robot. Setiap hari saya bangun bekerja dan pulang tidur, hari-hariku yang dulunya penuh kebebasan kini berubah menjadi aturan-aturan perusahaan. Gaji saya di perusahaan keramik cukup besar dengan gaji pokok 3,2 juta belum tunjangan-tunjangan lembur. Tahun 2014 pemerintah membuka lowongan CPNS, Saya kemudian tertarik untuk mendaftar, saya belajar melalui buku-buku. Pada akhirnya saya tidak focus untuk belajar karena tuntutan pekerjaan di perusahaan keramik telah menguras stamina. Saya pun memutuskan untuk resign dari perusahaan keramik, saya lebih memilih menganggur sambil belajar tes CPNS. Hari itu pun datang saya mengikuti seleksi CPNS, kali ini gagal nilai saya hanya pas-pasan. Akhirnya saya menjadi pengangguran yang berjuang mencari pekerjaan. Tes demi tes saya lalui sampai saya diterima diperusahaan pakan ternak asal china. Saya bekerja di sidoarjo di perusahaan pakan ternak, disana hari-hariku semakin membaik, saya menjadi pria mandiri. Teman –teman disana sangat baik kepadaku. Disana gejala bisikan-bisikan itu mulai muncul, saya merasa ada yang menyuruh saya untuk melamun dan saya pun mengikuti. Saya menjadi orang yang kehilangan jati diri. Saya masih merasa menjadi robot lagi karena hari-hariku hanya kerja pulang kerja dan pulang. Saya memilih resign dengan alasan ingin berwirausaha. Saya pun pulang ke rumah. Nganggur lagi dua bulan menganggur bisikan itu pun muncul lagi, bisikan yang mengajak saya bicara. Suara teman-teman guru-guru saya muncul di kepalaku. Seolah saya terkena sihir padahal sama sekali tidak, saya terkena waham dan serangan itu begitu cepat. Sampai akhirnya saya dinyatakan skizofrenia oleh dokter jiwa.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: